Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

Rentetan Kerak.

Tak tahu lagi.
Langkah ini sudah.
Tak lagi berpinjak.
Bukan melayang.
Aku sesat.
Berlari dari cahaya.
Serpih.
Ku genggam.
Meski.
Hanya serbuk kecil.
Terkerak.
Di setiap derap.
Berharap akan.
Ku temukan lagi.
Setapak pulang.
Dari sesat ku.
Untuk Nya.
Ku keruk kerak.
Menunjuk terang.
Meski pergi Ku.
Sudah jauh terlampau.

Minggu, 02 September 2012

Malam

Menyelimut
Menimang lelah.
Malam.
Sebuah kerinduan.
Dari balik remang.
Bersimpuh.
Bersama embun
Menyambut terang.
Luruh.
Di pangkuan.
Mengharap pengampunan.
Selayak embun.
Berdo'a di bawah naung kepak sayap.
para malaikat.
Malam.
Semakin gelap memikat.
Hati yang tak kuat.
Jauh tersesat.


rindu

ada kerak yang melekat
ketika jarak terpisah waktu.
masa memang tak akan kembali...
kini ku merindu.
pada diriku.
karena aku kini bukanlah aku.....
aku jauh dari diriku.
ingin kembali....
pada pangkuanmu.
pemegang hidupku....

Sabtu, 28 Januari 2012

Takdir

Enteh apa yang harus
Ku dendangkan pagi
Ini

Satu menyatu sendi
Taqdir, kueja dan baca;
Diaskara yang bisu
Membatu

Senin, 23 Januari 2012

Lembar tanpa kata

Kupandangi lakat-lekat
Lembar putih berjelarat hitam;
Bergaris-garis

Seperti kusadari,
Penaku tak mampu menerjemahkan kata
Cermin hati

Lembar itu masih putih pasi;
Tak ada sketsa yang,
Kutangkap, sepanjang mata;
Biru

Para Embun










Sahabat
Ketika mentari belum menyeringai di ufuk
timur.
Sejenak rintik embun dari bilik lazuardi,
Hendak mengusap hatimu;
Lembutnya ingin mengingatkan,
Pada kuasa Yang Maha Esa
Embun sahabat kita, menyapamu tiap fajar
Membelaimu atas luka dari;
Kejahatan manusia, melukaimu

Jumat, 06 Januari 2012

Ilham Tuhan


Senin;
Ku catat duka gundahku
Dari atap segala arah
Putih kusam, mewarnai
Gundah yang munajadku
Tak bercermin mulia

Aneh memang,
Atau imanku tak setebal
Pukat dosa;
Dan sembari terus bertanya-tanya ihwal itu;
Memenuhi relung-relung hati
Entah ilham atau bisikan
Setan.

Jumat, 02 Desember 2011

Ketika Merapi Menjadi Tentara Allah

Ketika aku berpagi
Dikelamnya sepi, petung;
Berdisi dan mematung dengan kokoh merapi
Masih menjulang tinggi diatas telaga wahyu tuhan

Masih ku berjejak diujung jemari kaki
Mencoba tegak dengan iman
Dalam bisikan doa rukuk sujud
Menghiba dengan rabbku

Rabu, 16 November 2011

*Story of Gaza’s Nights*

Deburan mesiu bergejolak
Memecah pekatnya malam gaza
Menghambur keping gedung-gedung tua
Bisu…. tak bersuara
Pun patriot iblis berlagak,
Bergerak menjarah tanah nyawa
Membebas “Tanah Yang Dijanjikan” baginya….

Minggu, 13 November 2011

Langit Tertawa

Ku tatap di kelamnya malam
Jarum jem dinding terus berdetak
dan berdetak:

Kurasakan angin malam;
menerpa selalu tapi slalu berganti
 berubah dan terus berubah tiap
akhir nafas

Senin, 07 November 2011

BAPAK NEGERI

ku temukan kemeja keangkuhanmu
semakin lebar mendebar;
dan kau lupakan
pada seribu janji yang menggumpal
telah hilang tertelan.

Minggu, 06 November 2011

PETUAH SUBUH

Petuah petuah suci sedang dibisikkan adalah;
sajak sajak Allah
Jika engkau tahu
obsesi mendebar debar, berikrar
dimasaku seorang parewa
sering mendeklamasi bait syair tak berarti,
tak berhembus; ruh ruh keabadian

Kiriman Terkait