Jumat, 02 Desember 2011

Ketika Merapi Menjadi Tentara Allah

Ketika aku berpagi
Dikelamnya sepi, petung;
Berdisi dan mematung dengan kokoh merapi
Masih menjulang tinggi diatas telaga wahyu tuhan

Masih ku berjejak diujung jemari kaki
Mencoba tegak dengan iman
Dalam bisikan doa rukuk sujud
Menghiba dengan rabbku

Menangis.
Beginilah airmata yang tak terbendung
Sujud sedari mentari diufuk timur
Mengemis di pintu pertaubatan
Adakah aku lupa
Antara tentara Allah langit dan bumi;
Dengan gemuruh alam.
Musibah dengan amarah tuhan

COMUNITAS APRESIASI SENI SASTRA DAN ILMIYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kiriman Terkait