Senin;
Ku catat duka gundahku
Dari atap segala arah
Putih kusam, mewarnai
Gundah yang munajadku
Tak bercermin mulia
Aneh memang,
Atau imanku tak setebal
Pukat dosa;
Dan sembari terus bertanya-tanya ihwal itu;
Memenuhi relung-relung hati
Entah ilham atau bisikan
Setan.
Membayang-bayangi mimpiku.
Sehingga lelap tidurku seperti
Terlentang di sofa neraka
Rabbi…, rabbi…
Aku menyebutmu, aku menyebut
Kebesaran-Mu
Dan terus terpatah-patah, kataku;
Nafasku engah
Sepanjang petang, rabbi pun
Mengilhamiku;
Agar bermunajad, simpuh diharibaan-Nya
Di sepertiga malam.
COMUNITAS APRESIASI SENI SASTRA DAN ILMIYAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar