Ku tatap di kelamnya malam
Jarum jem dinding terus berdetak
dan berdetak:
Kurasakan angin malam;
menerpa selalu tapi slalu berganti
berubah dan terus berubah tiap
akhir nafas
Namun kusadari
diriku yang diam
lebih buruk dari sebongkah tiang bisu;
Kutatap...
diam gunung-gunung lebih berarti
dariku\
diamnya bebintang jadi pelita malam
diamnya aku tergilas oleh waktu
Aku teriak perih. Langit
hanya tertawa
Jarum jem dinding terus berdetak
dan berdetak:
Kurasakan angin malam;
menerpa selalu tapi slalu berganti
berubah dan terus berubah tiap
akhir nafas
Namun kusadari
diriku yang diam
lebih buruk dari sebongkah tiang bisu;
Kutatap...
diam gunung-gunung lebih berarti
dariku\
diamnya bebintang jadi pelita malam
diamnya aku tergilas oleh waktu
Aku teriak perih. Langit
hanya tertawa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar