ku temukan kemeja keangkuhanmu
semakin lebar mendebar;
dan kau lupakan
pada seribu janji yang menggumpal
telah hilang tertelan.
kebengisanmu memperdalam luka,
api matamu menakutkan,
begitu hebat mengobar
di malam petaka
takkah kau ingat, wahai bapak
engkau tertawa dengan jubah para parewa
gelegar malapetaka
menggema nespata akan negerimu.
Bapak, sebelum kau mengoyak luk di zaman silam;
sayu matamu merengek, pada umat,
aku ingat! atau melupakan?
lantas jayamu tegak angkuh.
Bapak, jayamu semu.
Bapak negri, Mungkin pintu maaf lebar terbuka,
atau umat menantimu kelak di hari abadi:.
kamis, 27 januari 2011
semakin lebar mendebar;
dan kau lupakan
pada seribu janji yang menggumpal
telah hilang tertelan.
kebengisanmu memperdalam luka,
api matamu menakutkan,
begitu hebat mengobar
di malam petaka
takkah kau ingat, wahai bapak
engkau tertawa dengan jubah para parewa
gelegar malapetaka
menggema nespata akan negerimu.
Bapak, sebelum kau mengoyak luk di zaman silam;
sayu matamu merengek, pada umat,
aku ingat! atau melupakan?
lantas jayamu tegak angkuh.
Bapak, jayamu semu.
Bapak negri, Mungkin pintu maaf lebar terbuka,
atau umat menantimu kelak di hari abadi:.
kamis, 27 januari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar