Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Zubair Kecil Dalam Perang Besar


Oleh: Abdullah Nauval Shalahuddin*
Zubair, dia adalah anak laki-laki yang berperawakan kurus pendek, umurnya kira-kira 12 tahun atau lebih sedikit. Ia tinggal bersama ibu dan saudara laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal 2 tahun lalu setelah sepeninggalan ayahnya, zubair semakin bersemangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibunya tidak tahu apa yang dilakukan anak sulungnya itu pada waktu keluar rumah. Diam-diam zubair sudah memiliki jabatan Jendral cilik intifadha penyerangan bagian utara. Senjata yang dipakai hanya bom botol, ketapel atau krikil atau batu.walau berbadan pendek ia sangat berani, karena itu ia dipilih sebagai jendral cilik.

Minggu, 06 November 2011

SERDADU-SERDADU LANGIT

Halimun raya yang terkadang memekat malam  ,lenyap malam ini ,malam ini tampak lebih aneh dari sebelumnya .gelgar petir yang menggetar getar alam,sekilas kemilau memotret  mayapada ditengah sunyian.mendung kelabu,namun sunyian itu hanya mimpi ,saat pecah suara jerit jerit balita yang menghiba ,kesenduan anak-anak dalam dengung kebingungan ,serta pekik histeris wanita wanita janda.
Gemuruh petir petir itu hanya dongeng belaka,dentuman dentumen angkara memecah lamunan menjadi kisah nyata kepedihan bagi perkotaan sepi, seolah seperti kota mati.
Kota itu seram.bulukuduk berdiri,bukan karena dedemit dan makhluk halus yang menjadi obsesi.namun kecekaman angkara yang mengaumdang bergejolak ,kota itu menjadi saksi kesenyapan terurainya ruh-ruh suci. darah darah memuncrat hiasi dinding-dinding bangunan lusuh,mengotori cat cat yang hamir memudar warnanya, kerikil, bebatuan pun kuyup oleh merah darah…..

Kiriman Terkait