Oleh: Abdullah Nauval Shalahuddin*
Zubair, dia adalah anak laki-laki yang berperawakan kurus pendek, umurnya kira-kira 12 tahun atau lebih sedikit. Ia tinggal bersama ibu dan saudara laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal 2 tahun lalu setelah sepeninggalan ayahnya, zubair semakin bersemangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibunya tidak tahu apa yang dilakukan anak sulungnya itu pada waktu keluar rumah. Diam-diam zubair sudah memiliki jabatan Jendral cilik intifadha penyerangan bagian utara. Senjata yang dipakai hanya bom botol, ketapel atau krikil atau batu.walau berbadan pendek ia sangat berani, karena itu ia dipilih sebagai jendral cilik.
