Senin, 23 Januari 2012

Lembar tanpa kata

Kupandangi lakat-lekat
Lembar putih berjelarat hitam;
Bergaris-garis

Seperti kusadari,
Penaku tak mampu menerjemahkan kata
Cermin hati

Lembar itu masih putih pasi;
Tak ada sketsa yang,
Kutangkap, sepanjang mata;
Biru





Lelah
Menghangus, bukan wahyu kalimat
Itu,
Namun kata nurani
[Kegaiban yang terbaca]
-di ruang imajinasi-

Naffadz Zein  19012012, mushala putri

COMUNITAS APRESIASI SENI SASTRA DAN ILMIYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kiriman Terkait