Lembar putih
berjelarat hitam;
Bergaris-garis
Seperti
kusadari,
Penaku tak
mampu menerjemahkan kata
Cermin hati
Lembar itu
masih putih pasi;
Tak ada
sketsa yang,
Kutangkap,
sepanjang mata;
Lelah
Menghangus,
bukan wahyu kalimat
Itu,
Namun kata
nurani
[Kegaiban
yang terbaca]
-di ruang
imajinasi-
Naffadz
Zein 19012012, mushala putri
COMUNITAS APRESIASI SENI SASTRA DAN ILMIYAH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar