Senin, 23 Januari 2012

Para Embun










Sahabat
Ketika mentari belum menyeringai di ufuk
timur.
Sejenak rintik embun dari bilik lazuardi,
Hendak mengusap hatimu;
Lembutnya ingin mengingatkan,
Pada kuasa Yang Maha Esa
Embun sahabat kita, menyapamu tiap fajar
Membelaimu atas luka dari;
Kejahatan manusia, melukaimu

Embun tak lelah, meski kau
Tak bersenyum menyapanya, karena
Bagi embun, lembut adalah jiwa
Sejati abadi nuraninya

Manusia, apalah kita tak menyadari,
tiap sepertiga malam; para embun
telah mengunjungimu, menunggu lama
akan hadir membelai cucu adam ini.
Sekalipun tak satupun janji keduanya

tapi kau enggan menyambut, bahkan egomu menuntut
pada perlamunan mimpi, ia
tetap ada di sisi istanamu.

Maukah engkau menjadi teman
Embun,
Embun pun tak peduli, engkau
Berkehendak atau tidak, ia akan hadir
Sepanjang kehidupan hayatmu,

Dan sudah menanti di ujung fajar tadi.
Bersama para malaikat dan Rabbnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kiriman Terkait