Sahabat
Ketika
mentari belum menyeringai di ufuk
timur.
Sejenak
rintik embun dari bilik lazuardi,
Hendak
mengusap hatimu;
Lembutnya
ingin mengingatkan,
Pada kuasa
Yang Maha Esa
Embun
sahabat kita, menyapamu tiap fajar
Membelaimu
atas luka dari;
Embun tak
lelah, meski kau
Tak
bersenyum menyapanya, karena
Bagi embun,
lembut adalah jiwa
Sejati abadi
nuraninya
Manusia, apalah
kita tak menyadari,
tiap
sepertiga malam; para embun
telah
mengunjungimu, menunggu lama
akan hadir
membelai cucu adam ini.
Sekalipun
tak satupun janji keduanya
tapi kau
enggan menyambut, bahkan egomu menuntut
pada
perlamunan mimpi, ia
tetap ada di
sisi istanamu.
Maukah
engkau menjadi teman
Embun,
Embun pun
tak peduli, engkau
Berkehendak
atau tidak, ia akan hadir
Sepanjang
kehidupan hayatmu,
Dan sudah
menanti di ujung fajar tadi.
Bersama para
malaikat dan Rabbnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar