Jumat, 06 Januari 2012

Satu Orang Menanam Satu Pohon Buah


            Oleh: Rizky Romadhon*
Imam ahmad telah meriwayatkan dari abu darda ra. Bahwa ada seorang laki-laki lewat ketika abu darda’ sedang menanam tanaman di damaskus kemudian orang laki-laki tersebut bertanya mengapa kami melakukan kamu melakukan ini padahal kamu adalah sahabat rasulullah SAW? Abu darda menjawab jangan kamu kau terburu-buru menyalahkanku. Aku telah mendengar rasulullah SAW bersabda barangsiapa menanam tanaman lalu buah tanaman itu menjadi sedekah baginya. (HR. Al-Mundziri dengan isnadnya hasan)

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir Ra bahwa rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa diantara orang islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya dan hasil tanaman yang si curi akan menjadi sedekah. Dan tidaklah seorang pun yang mendermakan tanamannya maka akan menjadi sedekahnya sampai hari kiamat.
Jika buah bisa dimanfaatkan orang lain, burung atau binatang ternak. Perbuatan tersebut akan dicatat sebagai sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah telah mengajarkan kita betapa pentingnya menanam pohon serta pentingnya usaha mengubah padang tandus menjadi kebun yang hijau. Perbuatan ini akan mendatangkan pahala yang besar disisi Allah. Disamping itu, bekerja dalam usaha memekmurkan bumi juga termasuk ibadah kepada Allah.

Buah-Buahan Dalam Sunnah Nabi
Buah-Buahan Lokal
Buah-Buahan Non Lokal
Anggur
Belimbing
Alpukat
Delima
Klengkeng
Nanas
Jeruk
Rambutan
Sirsak
Kurma
Mangga
tomat
Labu
Kelapa
Apel
Mentimun
Manggis
Pear
Pisang
Salak
Melon
Semangka
Jambu
Asam jawa
Tin
Nangka
Pepaya
zaitun
Daku
Sawo

Buah merupakan kata yang akrab dengan kehidupan kita. Buah menyandang maknayang disukai atau disenangi ketika mendengar kata buah hati. Bagi anak anak, mereka menyenangi apa yang dibawa orang tua atau sanak kerabatnya ketika mendengar istilah buah tangan yang berarti oleh-oleh, dalam pribahasa disebut “ilmu yang tiada beramal, sama dengan pohon tanpa berbuah”. Artinya ilmu yang tidak disebarluaskan tidak ada manfaatnya. “dimana ada buah masak, disitu burung tampil”.artinya bila kita banyak rizki, banyak kawan yang berdatangan “sebab buah dikenal pohonnya” artinya watak seseorang dapat di ketahui Dario perbuatannya. Istilah buah mengandung arti yang berbeda. Tergantung sudut pandang mana kita memaknai.
Dalam botani (ilmu tentang buah-buahan) buah adalah bakal buah yang masak bersama dengan biji dari tanaman yang berbunga dalam berbagai species, buah termasuk bakal buah yang masak dan jaringan di sekelilingnya buah juga berarti alat penyebar benih untuk tanaman berbunga. Dikenal pula istilah buah palsu atau false fruits (pseudocarp, accessory fruit), yang di tujukan pada struktur tanaman yang menyerupai buah tapi bukan berasal dari bungan (contoh: buah tin) dalam dunia buah penyerbukan memegang peranan penting. Ketidak tahuan mengenai penyerbukan dapat member hasil panen atau kualitas panen yang buruk.
Dunia semakin panas banyak pohon sudah ditebang, tapi sedikit yang kembali di tanam, kita mengira bahwa nanti ada orang lain yang menanam. Jika semua berpendapat begitu maka tidak seorang pun akan tergerak menanam. Kita sering menunggu orang lain berbuat. Padahal tujuan kita untuk beribadah yakni rasulullah telah menganjurkan untuk banyak menanam pohon. Jadi tidak ada kata terlambat untuk menanam pohon.
“Satu orang Satu pohon” begitu slogannya.
* adalah seorang santri di Pondok Pesantren Islam AlMuttaqin.

COMUNITAS APRESIASI SENI SASTRA DAN ILMIYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kiriman Terkait